support me here

Sunday, June 3, 2012

SAP Tanda-tanda persalinan


SATUAN ACARA PENYULHAN


Topik                           : Penyuluhan Tanda-Tanda PersalinanHari/ Tanggal              : Selasa,  5 Juni 2012Waktu                         : 25 menitTempat                        : Ruang Kelas Tingkat II, Anex BuildingNarasumber                 : Puji Astuti Mahasiswa Akbid Yayasan RS JakartaPeserta/ Sasaran          : Ibu hamil yang berkunjung pada tanggal 5 Juni 2012Karakteristik               : Ibu hamil trimester I, II dan IIIJumlah                         : 41 orangTujuan Umum             : Ibu hamil (peserta) yang telah mengikuti penyuluhan
diharapkan dapat mengetahui dan mengerti tentang tanda-tanda     persalinanTujuan Khusus            : Pada akhir pertemuan, pendengar dapat :1.      Mengetahui tanda-tanda persalinan
2.      Mengerti bahwa keluarnya lendir bercampur darah sebagai salah satu tanda persalinan
3.      Mengerti bahwa kontraksi yang teratur dan kuat sebagai salah satu tanda persalinan
4.      Mengerti bahwa pecahnya ketuban sebagai salah satu tanda persalinan
5.      Mengerti bagaimana cara mengurangi rasa nyeri6.      Mengerti kapan harus menghubungi tenaga kesehatan bila terdapat tanda persalinan.Metode                        : Ceramah dan Tanya JawabMedia                          : Laptop, LCD, Speaker, Leaflet dan Lembar balik.
Kegiatan
NO
MATERI
KEGIATAN
1.
Pembukaan
( 2 menit )
1.      Mengucapkan salam
2.      Menyampaikan tujuan umum dan khusus tentang dikumpulkannya peserta dalam acara ini
3.      Menyampaikan lamanya waktu dalam penyuluhan
4.      Memberikan gambaran tentang materi yang akan disampaikan.
2.
Isi
( 5 menit )
Isi dari materi yang disampaikan:
1.      Untuk mengetahui tanda-tanda persalinan
2.      Untuk mengetahui kenapa timbul rasa nyeri.
3.      Untuk mengetahui car mengurangi rasa nyeri
4.      Untuk mengetahui apa yang segera dilakukan oleh ibu dan keluarga apabila ibu sudah merasakan tanda-tanda perslainan
3.
Evaluasi
(5 menit )
1.      Pemberian pertanyaan atau kuis dari penyaji kepada pendengar/ peserta
2.      Tanya jawab antara peserta dengan penyaji
4.
Penutup
( 2 menit )
1.      Ucapan terima kasih dan permohonan maaf adanya kekurangan dan kelebihan dalam pelaksanaan penyuluhan ini
2.      Mengucapkan salam penutup



LAMPIRAN MATERITANDA-TANDA PERSALINAN

I.                   Pendahuluan
Latar Belakang :
       Untuk menciptakan generasi bangsa yang berguna bagi nusa dan bangsayang memiliki kebanggaan dalam berprestasi, selain itu menjadi seorang yang bertaqwa kepada Tuhan YME. Pengetahuan tentang suatu tanda bahaya kehamilan yang diberikan petugas kesehatan sedini mungkin diharapkan dapat menghasilkan bayi lahir sehat dan ibu selamat.     Hal ini dikarenakan semakin banyaknya hal-hal negativ yang disebabkan kareana kelalaian diri sendiri.
II.                Materi penyuluhan
      Pada kebanyakan wanita persalinan dimulai antara minggu ke 39 dan 41 usia kehamilan. Namun karena lama kehamilan setiap orang berbeda-beda akibatnya banyak bayi yang dilahirkan pada salah satu minggu tersebut. Pada bulan-bulan akhir kehamilan, tubuh memproduksi progesterone yang bertujuan melunakkan jaringan disekitar cerviks dan pelvis untuk persiapan bersalin juga biasanya ibu akan mengalami beberapa ketidaknyamanan antara lain perasaan ingin berkemih dengan frekuensi yang meningkat. Hal ini disebabkan karena kepala janin mulai memasuki Pintu Atas Panggul sehingga kandung kemih ibu menjadi terdesak oleh kepala janin.      Persepsi awam umumnya menyamakan dimulainya proses kelahiran dengan rasa sakit akan bersalin. Namun kadang-kadang rasa sakit ini tidak segera muncul meskipun proses persalinan sudah mulai, karena masing – masing orang akan mempunyai pengalaman yang berbeda-beda selama menjalani proses persalinan.     Persalinan dan Kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu), lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam, tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada janin. (Prawirohardjo, 2006)
 Gejala (Tanda-tanda Persalinan)
1.      Tanda-tanda  permulaan terjadinya persalinan
a.       Turunnya kepala masuk pintu atas panggul pada primigravida minggu ke- 36.b.      Timbul perasaan sesak dibagian bawah, di atas simpisis pubis dan sering-sering ingin kencing atau susah kencing (oliguria) karena kandung kemih tertekan oleh bagian terbawah janin.c.       Perut kelihatan lebih melebar karena fundus uteri turun.d.      Terjadinya perasaan sakit di daerah perut dan pinggang karena kontraksi ringan otot rahim dan tertekannya fleksus yang terletak disekitar serviks (tanda persalinan palsu fase labour).e.       Terjadinya perlukaan serviks yang mulai mendatar dan sekresinya bila bertambah bercampur darah (bloody show).
2.      Tanda-tanda inpartua.       Rasa sakit karena adanya his yang menjadi lebih kuat, sering teratur.b.      Pengeluaran lendir bercampur darah (bloody show) yang lebih banyak karena robekan-robekan kecil pada serviks.c.       Dapat disertai pecahnya ketuban dengan sendirinya.d.      Pada pemeriksaan dalam serviks mengalami perubahan dengan terjadi perlukaan serviks, pendataran serviks, pembukaan serviks.
a)      Kontraksi yang teratur setiap 10 – 15 menit     Pada bulan terakhir dari kehamilan  sebelum persalinan dimulai, sudah ada kontraksi rahim yang disebut his pendahuluan atau his palsu, yang sebetulnya hanya merupakan peningkatan daripada kontraksi Braxton Hicks. His pendahuluan ini tidak teratur dan menyebabkan nyeri diperut bagian bawah dan lipat paha tidak menyebabkan nyeri yang memancar dari pinggang ke perut bagian bawah seperti his persalinan. Lamanya kontraksi pendek dan tidak bertambah kuat bila dibawa berjalan, malahan sering berkurang. His pendahuluan tidak bertambah kuat dengan majunya waktu bertentangan dengan his persalinan yang semakin kuat. Yang paling penting adalah bahwa his pendahuluan tidak mempunyai pengaruh pada serviks. Kontraksi rahim bersifat otonom tidak dipengaruhi oleh kemauan, walaupun begitu dapat dipengaruhi dari luar misalnya rangsangan oleh jari-jari tangan dapat menimbulkan kontraksi. Kontraksi rahim bersifat berkala dan yang harus diperhatikan ialah :1.      Lamanya kontraksi : kontraksi berlangsung 45 detik sampai 75 detik2.     Kekuatan kontraksi : menimbulkan naiknya tekanan intrauterine sampai 35 mmHg. Kekuatan kontraksi secara klinis ditentukan dengan mencoba apakah jari kita dapat menekan dinding rahim ke dalam.3.     Interval antara kedua kontraksi: pada permulaan persalinan his timbul sekali dalam 10 menit, pada kala pengeluaran sekali dalam 2 menit. Menurut faalnya his persalinan dapat dibagi dalam :a.       His pembukaan adalah his yang menimbulkan pembukaan dari serviks.b.      His pengeluaran adalah his yang mendorong anak keluar. His pengeluaran biasanya disertai dengan keinginan mengejan.c.       His pelepasan uri adalah his yang mengeluarkan uri. Mulanya kontraksi terasa sakit pada punggung bawah, yang berangsur-angsur bergeser ka bagian bawah perut. Beberapa menggambarkan mirip dengan mulas pada saat haid, saat mulas bergerak ke bagian perut, dengan tangan dapat dirasakan bagian tersebut mengeras. Kejangnya mirip Braxton Hicks, namun terasa teratur semakin sering dan kuat, ferekuensi dan durasi seiring dengan kemajuan persalinan.     Tidak dapat dipungkiri bahwa proses persalinan identik dengan rasa nyeri karena setiap persalinan normal selalu didahului dengan adanya kontraksi uterus yang menimbulkan rasa nyeri. Factor- factor yang menyebabkan rasa nyeri tersebut antara lain :1.    Gerakan kontraksi rahim menyebabkan otot-otot dinding rahim mengerut, menjepit pembuluh darah.2.     Jalan lahir dan jaringan lunak di sekitarnya meregang, sehingga terasa nyeri.3.    Keadaan mental ibu (ketakutan, cemas, khawatir atau tegang), serta hormon prostaglandin yang meningkat sebagai respon terhadap stress.
Cara mengurangi rasa nyeri :1.    Mintalah pasangan  memijat punggung bawah, atau menggompres punggung anda dengan air hangat di antara saat-saat kontraksi. Gunakanlah talk atau vaselin sebagai pelicin saat memijat2.    Berkonsentrasilah pada pernafasan, untuk menenangkan dan mengurangi rasa sakit.3.     Bernyanyilah atau bersuaralah saat nyeri timbul untuk melepaskan rasa sakit anda. Namun, tidak perlu terlalu keras agar tidak membuang energi yang sangat anda perlukan saat pengeluaran nantinya4.     Berkonsentrasilah pada tiap kontraksi. Jangan memikirkan rasa sakit atau ketakutan untuk kontraksi yang berikutnya. Cobalah untuk melihat kontraksi sebagai gelombang yang harus diikuti untuk mencapai saat penggeluaran sang bayi5.    Bergeraklah terus diantara tiap kontraksi. Ini akan membantu anda untuk mengatasi rasa nyeri saat persalinan. Saat kontraksi, pilihlah posisi yang paling nyaman.6.    Pertahankan posisi punggung yang tegak, baik saat berdiri, duduk, maupun posisi lainnya. Gunanya agar kepala bayi tetap berada di leher rahim dengan baik, sehingga kontraksi yang terjadi semakin kuat dan efektif.7.    Buang air kecil sesering mungkin agar kandungan kencing tidak menghalangi saat kontraksi.
b)      Keluar Lendir Bercampur Darah
       Adanya pembukaan mulut rahim ditandai dengan keluarnya lendir (mucus) berwarna kemerahan atau kecoklatan. Teksturnya seperti lendir ingus yang kental. Dalam bahasa medis disebut bloody show karena lendir ini bercampur darah. Itu terjadi karena di masa ini terjadi pelunakan, pelebaran, dan penipisan mulut rahim.
       Umumnya pada ibu ha mil dengan kehamilan pertama, terjadinya pembukaan ini disertai nyeri perut. Sedangkan pada kehamilan anak kedua dan selanjutnya, pembukaan biasanya tanpa diiringi nyeri. Rasa nyeri (atau tak nyaman yang dialami) terjadi karena adanya tekanan panggul saat kepala janin turun ke area tulang panggul sebagai akibat kelanjutan melunaknya rahim.      Ibu akan merasakan ingin sering berkemih dan buang air besar. Untuk memastikan telah terjadi pembukaan, tenaga medis biasanya akan melakukan pemeriksaan dalam (vaginal touche).

c)      Pecah ketuban.
      Satu tanda lagi yang menyertai persalinan adalah pecahnya membran atau ketuban kala kanting amniotik pecah. Seperti diketahui, di dalam selaput ketuban (korioamnion) yang membungkus janin, terdapat cairan ketuban sebagai bantalan bagi janin agar terlindungi, bisa bergerak bebas dan terhindar dari trauma luar.
     Cairan ketuban umumnya berwarna bening, tidak berbau, dan akan terus keluar sampai ibu akan melahirkan. Keluarnya cairan ketuban dari jalan lahir ini bisa terjadi karena berbagai hal. Misal karena bumil mengalami trauma, infeksi, atau bagian ketuban yang tipis (locus minoris) berlubang dan pecah.Apabila ketuban sudah pecah berarti selaput ketuban sudah ada "hubungan" dengan dunia luar dan membuka potensi kuman untuk masuk. Karena itulah bumil perlu segera mendapatkan penanganan dan dalam waktu maksimal 24 jam diharapkan bayi sudah bisa dilahirkan. Seiring pecahnya membran ini, ibu akan mengalami kontraksi atau nyeri yang lebih intensif.


III.             Kesimpulan  dan Saran
Kesimpulan    Jadi, dari penyuluhan yang kami telah berikan diketahui bahwa Tanda-Tanda Persalinan sangatlah penting diketahui oleh ibu hamil untuk mengurangi terjadinya komplikasi yang bisa terjadi pada saat persalinan.Saran     Maka dari itu, setelah mengetahui apa saja tanda-tanda persalinan, dengan sigap ibu dan keluarga segera datang ke bidan atau petugas kesehatan terdekat.
IV.             Evaluasi
1.      Sebutkan apa saja tanda-tanda persalinan !
2.     Kenapa timbul rasa nyeri pada saat kontraksi ?3.    Cara mengurangi rasa nyeri ?4.     
Apa yang seharusnya dilakukan oleh ibu dan keluarga jika terdapat tanda-tanda persalinan ?

No comments:

Post a Comment

Post a Comment